Home » » Jalan Slamet Riyadi Solo

Jalan Slamet Riyadi Solo

Jalan Slamet Riyadi Solo


dulu kanan dan kiri jalan ini
pohon-pohon asam besar melulu
saban lebaran dengan teman sekampung
jalan berombongan
ke taman sriwedari nonton gajah

banyak yang berubah kini
ada holland bakery
ada diskotik ada taksi
gajahnya juga sudah dipindah
loteng-loteng arsitektur cina
kepangkas jadi gedung tegak lurus

hanya kereta api itu
masih hitam legam
dan terus mengerang
memberi peringatan pak-pak becak
yang nekat potong jalan
"hei hati hati
cepat menepi ada polisi
banmu digembos lagi nanti!"

solo, mei-juni 1991

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design