Home » » Kepada Ibuku

Kepada Ibuku

Kepada Ibuku

 

I
Ibu
aku tidak punya data komplit tentang ketidakadilan
hanya mataku terpukau di hingar jalan raya aspalan
kendaraan bikinan jepang itali amerika laju
tetapi abang-abang becak disingkirkan oleh kebijaksanaan
pembangunan
Ibu
di dadamu subur aku melihat ladang-ladang tebu
tetapi petani ditipu pabrik gula
dan jakarta seperti paris penuh honda suzuki mercy jimny
udara kotor jalan macet
tetapi mengapa abang-abang becak disingkirkan
oleh kebijaksanaan pembangunan?
Gali-gali dibunuh mati koruptor korupsi hidup aman sentosa
sehat wal afiat seperti sediakala
dan radio kita semakin sering warta berita:
pembangunan di Indonesia berkembang pesat dan jauh
dibandingkan ketika kami berkunjung kemari tahun lalu,
demikian menurut menteri luar negeri Anu
saksikanlah di layar televisi republik indonesia
petani-petani panen padi palawija wajahnya riang gembira
sementara kampanye sebelum pemilu semakin galak

II
siapa boleh tinggal di tanah Ibu ini?
tentu saja siapa yang sanggup membayar hukum
dan membeli surat izin dagang anakku.
lalu bagaimana dengan saudara-saudaraku yang tak mampu?
gampang nak, ikutlah kb jangan banyak anak, ini penting
demi hidup masa depan sejahtera
boleh pilih tinggal di tanah negara atau transmigrasi
keluar jawa atau
silakan jadi kere
jangan takut lapar nak! kota adalah gudang pangan
bebas digenggam siapa pun yang tega hati

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design