Home » » Kidung di Kala Sedih

Kidung di Kala Sedih

Kidung di Kala Sedih


sebab harga diri tak bisa dibeli
biarkan nilai-nilai yang meragukanmu jadi sampah
bakar dan pergi

pasang telinga nyalangkan juga mata
tetapi untuk membaca ayat-ayat-Nya di dunia ini
tak cukup dengan sepasang telinga dan dua biji mata
tetapi bebaskan hati untuk menyaring batu-batu nilai
yang dilemparkan orang lain untukmu

hidup ini memang sulit buktinya: para filsuf
setiap orang pernah berkerut kening karena sedih
terharu atau tertawa karena tiba-tiba merasa lucu
dirinya disebut pahlawan padahal bajingan

setiap menatap diri sendiri dan orang lain
rasanya hidup ini semakin rawan
siapa bisa berhenti menipu orang lain?
kita tidak bisa setidaknya aku pun

aku sering merasa heran bila membaca kembali
kisah-kisah sokrates
yang mati gagah minum racun demi hukum dan kebenaran
dicatat di diktat-diktat filsafat di ensiklopedi
toh kepadanya kita lupa hikmahnya
buktinya: sengkon dan karta

agus menghamili tutik tapi agus minggat.
dan bah cu wi yang tak mengizinkan anaknya kimpoi
dengan jawa.

harga diri memang tak bisa dibeli
tetapi jika kita gampang percaya dan tidak curiga
berhati-hatilah saudaraku.

Solo, 1985

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design