Home » » Pada Hari Senin Pagi Ketika Matahari Rohani Terbit

Pada Hari Senin Pagi Ketika Matahari Rohani Terbit

Pada Hari Senin Pagi

Ketika Matahari Rohani Terbit


pada hari senin pagi ketika matahari rohani terbit
aku memandang ke belakang tahun-tahun umurku
memasuki dunia nilai aku kehampaan
pertanyaan-pertanyaan tumbuh tak mau dibiarkan

dengan selembar ijazah smp tak kuizinkan diri miskin!

aku pun kembali lahir menjelma jadi semula yang bebas
menatap belenggu yang harus diberi arti
aku melayang tetapi tak kubiarkan melarikan diri ke angan
apalagi mendirikan rumah dan buta di dalamnya
aku di sini ya
aku di sini
di bumi masalah hidup yang berbondong-bondong datang
memeluk
lantas
pergi

aku bukan sekadar darah dan daging yang harus mati
setelah kenyang makan seperti binatang
aku bukan sekadar darah dan daging menadah jatah
tak kuizinkan terus-terusan nasibku digolekkan oleh
khilafku

maka hari ini adalah tatah niscaya mengukir wajah
pada hari senin pagi ketika matahari rohani yang panas
menyengat

aku bagai suling mengusik telingaku sendiri
bung! ayo bikin nyanyian sebelum mampus
ayo bikin nyanyian tanda syukur kepada hidup
pada hari senin pagi pintu rohaniku digedor sang tatah
ayo! tatah hari selasamu pahat mingguminggumu
bulanbulanmu umur tahuntahunmu
biar yang belenggu jadi kekasih hati.

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design