Home » » Sajak untukmu

Sajak untukmu

Sajak untukmu


sapaan anjing dari kelompok pink floyd rasuk ke darah
inilah pekerjaanku siang ini
memandang langit silau merenungi gelisah kusut
keringat liar mengalir di dalam dan tubuh lelah

di dalam darah dada tulang dan rasa
bayang-bayang berlarian dan angin selatan meyakinkan
ragunya
ini bukan selatan, bukan, ini bukan utara, bukan bukan
bukan
ini bukan barat bukan timur
ya siang itu masing-masing arah tak yakin pada
posisinya

di sanalah akan aku temu duniamu, di sanalah kelam
bulat
garis ranjang yang muram, bantal-bantal tak mengantuk
tapi kelambunya
dibiarkan berkibar lepas disorot cahaya dari langit
hampir tanpa warna
hampa.
di sanalah ibu anakmu ingin tidur dan tak punya mata
mengantarmu dan bapak berangkat ke dunia baru
yang sesungguhnya usang tapi selalu saja kita terkejut
dengan cara perjalanan itu
(kus, siang itu aku betul-betul ingin tidur).

matahari.
berapa juta daun berterima kasih padamu
biar pun pohon itu akhirnya ranum buahnya kaugugurkan
matahari.
berapa juta terima kasih harus kubenamkan padamu
atas pertanyaannya dan tak bisa kujawab dan membuatku
hidup itu membikin irama

pink floyd membawa suara organ juga piano.
memetik sinar gitar lewat jari-jarinya yang tidak
kelihatan

burung-burung sudah jarang mungkin ingin berkicau di
pinggir kota
pink floyd membawakan lagi sebuah nomor lagu dari
albumnya terbaru
aku juga lari mengambil buku puisi
masa depan datang menyamar jadi anak-anak
membawa topeng banyak dan menakutkan dan lucu

pink floyd membawakan lagi sebuah nomor
lalu dengan geli aku membacakan puisi cinta, bagimu

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design