Home » » Warning

Warning

Warning

if the people leave
while rulers deliver speeches
we must watch out
perhaps they have lost hopeif the people hide away
and whisper
when discussing their problems
then rulers should beware and learn to listen
if the people don't dare complain
then things are dangerous
and if the rulers' talk
may not be rejected
truth must surely be under threat
and if suggestions are refused without consideration
voices silenced, criticisms banned without reason
accused of subversion and disturbing security
then there is only one word: resist!
 
Solo, 1986

(Translation of Peringatan)  

Source: 
Asia Pacific Solidarity Network (APSN) 
Url: http://www.asia-pacific-solidarity.net/southeastasia/indonesia/publications/prdbook/wijipoem.htm
    ----------------------------
    Other Version
    ----------

Reminder


    If the people leave
    while the rulers make a speech
    We must be careful
    Perhaps they are desperate
    When the people hide
    and whisper
    while discussing their own problems
    the rulers must be vigilant and learn to listen

    If the people don’t dare to complain
    That means it is serious
    And if what the rulers say
    Is not to be disputed
    Then the truth is surely in danger

    If proposals are rejected without consideration
    Voices silenced criticism banned for no reason
    Accused of subversion and disturbing the peace
    Then there is only one word: Resist!


    Wiji Thukul, Solo, 1986

    (Translated by Will Derks 1995)
     
    Source:
    Institut für Asien- und Afrikawissenschaften
    Philosophische Fakultät III der Humboldt-Universität zu Berlin
    Südostasien Working Papers No. 38, Berlin 2009

    https://www.iaaw.hu-berlin.de/de/southeastasia/history/publications/pdf/soa-wp-038-performing-arts-and-politics-in-new-order-indonesia-compromise-and-resistance-muhammad-febriansyah.pdf

Share This Post :

0 komentar:

Posting Komentar

Wiji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963) adalah sastrawan dan aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang giat melawan penindasan rezim Orde Baru. Pasca Peristiwa 27 Juli 1996, sekitar bulan-bulan menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya. Dia dinyatakan hilang dengan dugaan diculik oleh militer Orde Baru.

Social Media Sharing by Wiji Thukul

Hanya Satu Kata: Lawan!

Nyanyian Akar Rumput-Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul

Laman Gramedia

Buku Terkait Wiji Thukul


AKU INGIN JADI PELURU

Pengarang : Wiji Thukul
Pengantar : Munir
Penerbit : IndonesiaTera, Yogyakarta
Tahun : 2004 (cetakan kedua)
Tebal : xxiv + 223 halaman

Deskripsi :Buku ini mencoba menampilkan sosok kepenyairan Wiji Thukul secara lengkap. Untuk itu, hampir semua sajak Wiji Thukul tampil dalam kumpulan ini, termasuk sajak-sajak yang ditulisnya selama masa “pelarian”, hingga tak lagi diketahui keberadaannya.

Nyanyian Akar Rumput-kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
ISBN 9786020302898
Berat 0.30 kg
Tanggal Terbit 28 Februari 2014
Halaman 200


Aku Ingin Jadi Peluru – Wiji Thukul

ISBN: 978-9671-307-70-0

Penerbit Obscura bersama Kedai Hitam Putih, Kota Bharu, Kelantan. Terbitan dengan izin daripada keluarga Wiji Thukul untuk edisi Malaysia.

Turut terkandung: Esei iringan oleh Munir, wawancara bersama Wiji Thukul ‘Seniman Harus Memperjuangkan Gagasannya’ dan pengantar Edisi Malaysia oleh Hafiz Hamzah.


 
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design